Dalam pendampingannya, Babinsa turut membimbing warga melakukan pembuangan tunas-tunas baru pada tanaman timun. Langkah sederhana namun penting ini bertujuan agar nutrisi tanaman terfokus pada buah yang telah terbentuk, sehingga pertumbuhannya lebih cepat, lebih besar, dan kualitas panennya semakin baik.
Babinsa menjelaskan bahwa pendampingan seperti ini bukan hanya sebatas tugas rutin, tetapi merupakan bentuk komitmen Babinsa untuk selalu hadir mendukung kesejahteraan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada luasnya lahan pertanian, tetapi juga pada cara merawat dan mengelola tanaman agar menghasilkan panen yang berkualitas.
“Sebagai Babinsa, kami ingin memberikan motivasi dan semangat kepada petani agar tetap optimis. Merawat tanaman itu harus telaten, dan setiap langkah kecil seperti membuang tunas baru punya dampak besar pada hasil panen. Kami ingin memastikan petani memahami teknik yang tepat agar tanaman tumbuh optimal,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri petani dalam mengembangkan usaha pertanian mereka, sekaligus menjadi dorongan agar masyarakat terus memanfaatkan lahan yang ada dengan maksimal. Menurutnya, keberhasilan petani adalah keberhasilan bersama, termasuk bagi TNI yang bertugas membina wilayah.
Masyarakat pun menyambut baik kehadiran Babinsa yang tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan ilmu, pemahaman, dan motivasi dalam pengelolaan pertanian.
Melalui kegiatan seperti ini, TNI berharap dapat terus mendorong ketahanan pangan di tingkat desa serta membantu meningkatkan kesejahteraan petani lokal. (Red/Mahfud)
